Harapan Bapak
Uzhiyatun Nisa
Secarik kertas keluar dari tumpukan buku bapak
Tertera karya bapak berbentuk pola yang kusebut lukisan
Sekilas ku pandang
Lukisan itu bahkan tidak memiliki daya tarik
Bentuknya abstrak hingga warnanya pun tak tampak
Hitam karena pena, putih akibat kertasnya sendiri
Namun tidakkan matamu melihat artinya
Kertas bercorak bunga lavender tak jadi itu
Bunga lavender berbau kertas usang terlantar
Menyimpan pesan dalam untuk semua raga yang tersisa
Hendaknya negara itu dibina bak makna bunga lavender
Berdiri kokoh dengan keindahannya
Untuk mengusir para hama
dalam terawang mata
Jasad itu mendambakan negeri tenang nan damai
Yang bukan kata itu tak tampak cerah untuk saat ini