Suara dalam Seni
Nadratunnisa Ajeng
Di ujung malam yang tenang dan lirih
tanganku menari di atas kanvas sunyi
setiap warna yang kutoerh tak sembarang
lahir dari perasaan yang tersembunyi
Bukan sekedar garis, bukan sekedar bentuk
melainkan alunan dari dalam hati
larik-larik puisi pun bersuara
mewakili perasaan yang tak terucap
Tabuhan gamelan dari desa terpencil
mengalun lembut menyatu dengan desir angin kecil
seperti bisik malam kepada rembulan
menggetarkan hati yang menuntun tanpa suara
Anak negeri berbicara lewat mural
menggores kritik dengan warna yang brutal
mereka tak bawa senjata atau pedang
hanya kuas, nada dan perasaaan perih tak terdengar
jangan abaikan mereka yang bersuara lewat irama
atau menulis luka dalam seni
karena dari setiap bentuk yang tampak sederhana
mengalir suara yang mampu menggetarkan jiwa